Blogger templates

  • your image alt

    Slider Title 1

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

  • your image alt

    Slider Title 2

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

  • your image alt

    Slider Title 3

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

Economical Order Quality


Dalam suatu priode tertentu, perusahaan sering kali melakukan beberapa kali pembelian barang atau barang dagangan, tetapi adakalanya jimlah kebutuhan bahan dalam priode tersebut di penuhi dengan satu kali pembelian.oleh karena dalam melakukan pembelian dan penyimpanaan bahan itu timbul karena adanya, beberapa macam biaya maka perusahaan harus memiliki penegeluaranbiaya yang paling rendah. Untuk itu terdapatsuatu analisa yang di sebut Economical order  Qualitity.
Penegertian:
Economical Order Qualitity (EOQ) adalah jumlah setiap kali pembeliaan bahan yang di sertai dengan biaya minimal.
Atau dengan kata lain, EOQ merupakan jumlah setiap kali pembelian bahan yang ekonomis.
Di sini akan timbul dua kelompok biaya, yaitu biaya perusahaan dan biaya penyimpanana.
Ø Biaya pemesanana (Ordering Cost atau Set UP Cost) biaya ini meliputi semua biaya mulai dari mengadakan persiapan pesanana sampai barang yang di pesan datang. Sifat dari biaya ini adalah konstan, tidak tergantung berapa jumlah barang yang di pesan, jadi sewmakin tinggi frekuensi pemesanan, maka biaya ini akan semakin besar.
Ø Biaya penyimpanana di gudang (Inventory Carrying Cost) biaya ini di keluarka karena adanya penyimpanaan bahan du gudang. Besarnya biaya bervariasi tergantung dari besar kecilnya rata-rata persediaan yang ada. Biaya ini mempunya sifat semakin besar jumlah barang yang di simpan maka semakin besar biaya penyimpanaan.

Economical Order Qualitity (EOQ) dapat di rumuskan sebagia berikut:

EOP =  2 X R X S
            ---------------------
                        P X I
Atau

EOP =  2 X R X S
            ----------------------
                        C

Keterangan
R : kebutuhan barang dalam priode tertentu, misalnya satu tahun
S : biaya pemesanaan setiap kali pesan
P : harga beli tiap unit Barang
I :  biaya penyimpanan yang di nyatakan dalam presentase dari nilai rata-rata
     persedian barang yang di simpan 

Permasalahan:

Adapun permasalahn yang ada dalam CV EKA MANDIRI yaitu menentukan berapakan besarnya EOQ yang terjadi.
Sumber : randyshinoda.blogspot.com

Read More
Rabu, 02 Mei 2012 0 komentar

Hukum Skala Ekonomi


Skala Ekonomis, dalam ilmu mikro ekonomi, merujuk kepada keuntungan biaya yang berhubungan dengan ekspansi usaha. Ada beberapa factor yang menyebabkan rata-rata biaya produksi per unit turun saat jumlah output meningkat. “Skala Ekonomis” adalah konsep lama dan merujuk pada pengurangan biaya per unit saat ukuran fasilitas dan tingkat penggunaan input lainnya meningkat. Skala non ekonomis adalah kebalikannya. Sumber –sumber umum skala ekonomi adalah pembelian (Sebagian besar membeli bahan melalui kontrak jangka panjang ), manajemen (meningkatkan spesialisasi manajer ), keuangan (memperoleh beban bunga yang lebih rendah saat meminjam dari bank dan memiliki akses ke berbagai instrumen keuangan yang lebih besar), pemasaran (mengalokasikan biaya iklan selama rentang yang lebih besar di pasar media output), dan teknologi (mengambil keuntungan dari hasil skala dalam fungsi produksi). Setiap factor ini mengurangi biaya rata-rata produksi jangka panjang ( LRAC ) dengan mengubah kurva biaya total rata-rata jangka pendek ( SRATC ) ke bawah dan ke kanan. Skala ekonomis ini  sebagian juga berasal dari belajar sambil melakukan.
Skala ekonomis adalah sebuah konsep praktis yang penting untuk menjelaskan fenomena dunia nyata seperti pola-pola perdagangan internasional, jumlah perusahaan di pasar, dan bagaimana perusahaan bisa “terlalu besar untuk gagal”. Pemanfaatan skala ekonomi membantu menjelaskan mengapa perusahaan tumbuh besar di beberapa industri. Ini juga merupakan pembenaran untuk kebijakan perdagangan bebas, karena beberapa skala ekonomi mungkin memerlukan pasar yang lebih besar daripada yang mungkin dalam suatu negara tertentu – misalnya, tidak akan efisien bagi pembuat Liechtenstein untuk memiliki mobil sendiri, jika mereka hanya akan menjual untuk pasar lokal mereka. Sebuah produsen mobil satunya mungkin menguntungkan, namun, jika mereka ekspor mobil untuk pasar global selain menjual ke pasar lokal. Skala ekonomi juga berperan dalam monopoli “alamiah.”
Monopoli Alami
Monopoli alami sering didefinisikan sebagai perusahaan yang menikmati skala ekonomis untuk ukuran perusahaan yang wajar, karena itu selalu lebih efisien bagi satu perusahaan untuk memperluas daripada mendirikan perusahaan baru, monopoli alami tidak memiliki saingan. Karena tidak memiliki saingan, maka kemungkinan monopoli memberikan kekuatan pasar yang signifikan. Oleh karena itu, beberapa industri yang dikategorikan sebagai monopoli alami telah diatur atau dimiliki oleh Negara.
Skala ekonomis dan Skala Hasil
Skala ekonomi terkait dengan betapa mudahnya menjadi bingung dengan gagasan ekonomi teoritis terhadap skala hasil. Di mana skala ekonomi mengacu pada biaya suatu perusahaan, skala hasil menggambarkan hubungan antara input dan output dalam jangka panjang (semua input variabel) fungsi produksi. Sebuah fungsi produksi memiliki skala hasil konstan jika proporsi peningkatan semua input dan output aadalah sama. Hasil akan mengalami penurunan jika, katakanlah, penggandaan hasil input kurang dari dua kali lipat output, dan meningkat jika input dua kali lipat lebih dari output. Jika fungsi matematika digunakan untuk mewakili fungsi produksi, dan jika fungsi produksi adalah homogen ( sama ), maka skala hasil  yang diwakili oleh tingkat homogenitas fungsi. fungsi produksi homogen  dengan skala hasil konstan adalah homogenitas tingkat pertama, peningkatan skala hasil yang diwakili oleh derajat homogenitas lebih besar dari satu, dan penurunan skala hasil dengan derajat homogenitas yang kurang dari satu.
Jika perusahaan merupakan pesaing sempurna di semua pasar input, dan dengan demikian harga unit per dari semua input tidak terpengaruh oleh berapa banyak masukan pembelian yang dilakukan perusahaan, maka dapat ditampilkan [2] [3] [4] bahwa pada tingkat output tertentu, perusahaan memiliki skala ekonomi jika dan hanya jika skala hasil meningkat, dan memiliki skala disekonomis jika dan hanya jika skala hasil mengalami penurunan, dan tidak memiliki skala ekonomi maupun disekonomis jika skala hasilnya konstan. Dalam hal ini, dengan persaingan sempurna di pasar output ekuilibrium jangka panjang, maka akan melibatkan semua perusahaan yang beroperasi pada titik minimum kurva jangka panjang mereka rata-rata biaya (yaitu, di perbatasan antara skala ekonomi dan skala disekonomis).
Namun, jika perusahaan pesaing tidak sempurna berada di pasar input, maka kesimpulan di atas berubah. Misalnya, jika kembali terjadi peningkatan skala hasil dalam beberapa rentang tingkat produksi, namun perusahaan nya begitu besar dalam satu atau lebih pasar input yang meningkatkan pembelian atas input yang meningkatkan biaya input per-unit, maka perusahaan bisa memiliki skala disekonomis di berbagai tingkat output. Sebaliknya, jika perusahaan mampu mendapatkan diskon besar dari pembelian input, maka ia bisa memiliki skala ekonomi dalam beberapa rentang tingkat output meskipun ia mengalami penurunan hasil produksi di rentang output.
Sumber : mul1rawan.wordpress.com

Read More
0 komentar

Pengertian Just in Time (JIT) dan Filosofinya


JIT merupakan filosofi pemanufakturan yang memiliki impilkasi penting dalam manajemen biaya. Ide dasarJIT sangat sederhana, yaitu produksi hanya apabila ada permintaan (pull system) atau dengan kata lain hanya memproduksi sesuatu yang diminta dan hanya sebesar kuatitas yang diminta. Filosofi JIT digunakan pertama kali oleh Toyota dan kemudian diadopsi oleh banyak perusahaan manufaktur dijepang .
Bila JIT merupakan suatau filosofi manajemen operasi yang berusaha untuk menghilangkan pemborosan pada semua aspek dari kegiatan-kegiatan produksi perusahaan. Sasaran utama JIT adalah menngkatkan produktivitas system produksi atau opersi dengan cara nenghilangkan semua macam kegiatan yang tidak menembah nilai bagi suatui produk.Just in Time (JIT) mendasakan pada delapan kunci utama, yaitu:
  1. Menghasilakn produk yang sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada permintaan.
  2. Memproduksi dengan jumlah kecil
  3. Menghilangkan pemborodan
  4. Memperbaiki aliran produksi
  5. Menyempurnakan kualitas produk
  6. Orang-orang yang tanggap
  7. Menghilangkan ketidakpastian
  8. Penekananan pada pemeliharaan jangka panjang.
Persyaratan-persyaratan JIT
Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pemerapan JIT:
  1. Organisasi Pabrik  : Pabrik dengan sisitem JIT berusaha untuk mengatur layout berdasarkan produk. Semua proses yang diperlukan untuk membuat produk tertentu diletakkan dalam satu lokasi.
  2. Pelatihan/Tim/keterampilan : JIT memerlukan tambahan pelatihan yang lebih banyak bila dibandingkan dengan system tradisional. Karyawan diberi pelatihan mengenai bagaimana menghadapi perubahanyang dilakukan dari system tradisional dan bagaimana cara kerja JIT  yaitu 1. Membentuk Aliran/Penyederhanaan : Idealnya suatu lini produksi yang baru dapat di setup sebagai batu ujian untuk membentuk aliran produksi, menyeimbangkan aliran tersebut, dan memecahkan masalah awal. 2. Kanbal Pull System : Kanbal merupakan system manajemen suatu pengendalian perusahaan, karena itu kanbal memiliki beberapa aturan yang perlu diperhatikan. 3. Jangan mengirim produk rusak ke prosess berikutnya. 4. Proses berikutnya hanya mengambil apa yang dibutuhkan pada saat dibutuhkan. 5. Memproduksi hanya sejumlah proses berikutnya. 6. Meratakan beban produksi. 7. Menaati instruktur kanban pada saat fine tuning. 8. Melakukan stabilisasi dan rasionalisasi proses.
  3. Visibiltas/ pengendalian visual : Salah satu kekuatan JIT adalah sistemnya yang merupakan system visual. Melacaknya apa yang terjadi dalam system tradisional sulit dilakukan karena para karyawan mondar-mandir mengurus kelebihan barang dalam prosess dan banyak rute produksi yang saling bersilangan.
  4. Eliminasi Kemacetan : Untuk menghapus kemcetan, baik dalam fase setup maupun dalam masa produksi, perlu dilakukan beberapa pendekatan yang melibatkan tim fungsi silang. Tim ini terdiri dari berabagi departemen, seperti perekayasaan, manufaktur, keuangan dan departemen lainnya yang relevan.
  5. Ukuran Lot Kecil Dan Pengurangan Waktu Setup  : Ukuran lot yang ideal bukan ukuran yang terbesar, tetapi ukuran lot yang terkecil. Pendekatan ini pendekatan ini esuai bila nesin-mesin digunakan untuk menghasilkan berbagai bagian atau komponen yang berbeda yang digunakan proses berikutnya dalam tahap produksi.
  6. Total Productive Maintance  : TPM merupakan suatu keharusan dalam sisitem JIT. Mesi-mesin membersihkan dan diberi pelumas secara rutin, biasanya dilakukan oleh operator yang menjalankan mesin tersebut.
  7. Kemampuan Proses, Statistical Proses Control (SPC), Dan Perbaikan Berkesinambungan.
Kemampuan proses, SPC, dan perbaikan berkesinambungan harus ada dalam pemanufakturan JIT, karena beberapa hal: Pertama, segala sesuatu harus bekerja sesuai dengan harapan dan mendekati sempurna. Kedua, dalam JIt tidak ada bahan cadangan untuk kemacetan perusahaan dan Ketiga, semua kondisi mesin harus bekerja dengan prima.
Startegi Penerapan Just in Time
Ada beberapa strategi dalam mengimplementasikan JIT dalam perusahaan, antara lain:
Startegi Penerapan pembelian Just in Time. Dukungan, yaitu dari semua pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan pembelian, dan khususnya dukungan dari pimpinan. Tanpa ada komitmen dari pinpinan tersebut JIt tidak dapat terlaksana. Mengubah system, yaitu mengubah cara mengadakan pembelian, yaitu dengan membuat kontrak jangka panjang dengan pemasok sehingga perusahaan cukup hanya memesan sekali untuk jangka panjang, selanjutnya barang akan dating sesuai kebutuhan atau proses produksi perubahan kita.
Startegi penerapan Just in Time dalam system produksi. Penemuan system produksi yang tepa, yaitu dengan system tarik yang bertujuan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dengan menghilangkan sebanyakmungkin pemborosan. Penemuan lini produksi yaitu dalam satu lini produksi harus dibuat bermacam-macam barang, sehingga semua kebutuhanpelanggan yang berbeda-beda itu dapat terpenuhi. Selain itu lini produksi tersebut dapat menghemat biaya, biaya bahan, persediaan, dan sebagainya. JIT bukan hany sekedar metode pengedalian persediaan, tetapi juga merupakan system produksi system produksi yang saling berkaitan dengan semua fungsi dan aktivitas.
Keuntungan JIT antar lain
  1. Waktu set-up pada gudang dapat dikurangi. Dengan pemotongan waktu dan biaya ini akan membuat perusahaan lebih efficient, dan perusahaan dapat lebih fokus untuk perbaikan pada bidang lainnya.
  2. Aliaran barang dari gudang ke produksi akan meningkat. Beberapa pekerja akan fokus pada daerah pekerjaannya untuk bekerja secara cepat.
  3. Pekerja yang menguasai berbagai keahlian digunakan secara lebih efisien.
  4. Penjadwalan produk dan jam kerja karyawan akan lebih konsisten.
  5. Adanya peningkatan hubungan dengan suplyer.
  6. Persediaan selalu dipertahankan untuk menjaga produkstivitas pekerja dan bisnis akan fokus pada turn over.
 Sumber : mamayukero.wordpress.com

Read More
0 komentar

Poduktivitas ( Pengantar Bisnis )


PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS

 Pengertian
Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.

Perusahaan Bisnis adalah sebuah organisasi yang merubah keahlian dan material menjadi barang atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.

 Produksi
Dua macam keputusan yang diperlukan akan menjadi topik pada pembahasan selanjutnya. Keputusan tersebut adalah:
• Keputusan yang berhubungan dengan disain dari sistem produksi manifaktur.
• Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian operasi dan pengendalian sistem tersebut baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

 Sistem Produksi Manufaktur
a. Disain produksi dari barang yang diproses
b. Pemilihan/penentuan peralatan dan prosesnya
c. Disain tugas
d. Lokasi dan fasilitas produksi
e. Layout dari fasilitas tersebut
1. Sifat Proses Produksi
a. Proses ekstraktif
b. Proses analitik
c. Proses fabrikasi
d. Proses sintetik
2. Jangka Waktu Produksi
a. Proses terus menerus (continuous process)
Untuk menunjukan suatu keadaan manufaktur dimana periode waktu yang lama diperlukan untuk mempersiapkan mesin dan peralatan yang akan dipakai.
b. Proses terputus-putus (intermittent process)
Dalam keadaan manufaktur dimana mesin-mesin itu beroperasi dengan mengalami beberapa kali berhenti dan dirancang lagi untuk membuat produk lain yang berbeda.

3. Sifat Produk
a. Produksi standard
• Memelihara sejumlah persediaan
• Menyediakan fasilitas penyimpangan yang memadai
• Menanggung resiko kemungkinan turunnya harga pasar, kebakaran, daln lainnya.
b. Produksi pesanan

KEGIATAN PRODUKSI

 Gambaran Sekilas
Dalam hal ini, masalah-masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah:
 Perencanaan produksi
 Organisasi produksi
 Pengendalian produksi
 Pemeliharaan peralatan
 Pengawasan dan pemeriksaan kualitas

 Perencanaa Produksi
Perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi:
• Jenis barang yang akan dibuat
• Jumlah barang yang akan dibuat
• Cara pembuatan


Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri atas 4 tahap, yaitu:
 Tahap pertama, penentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
 Tahap kedua, penentuan disain barang yang tepat.
 Tahap ketiga, penentuan cara pembuatan yang berupa penentuan urutan proses produksi, tempat kerja, dan peralatan yang dipakai.
 Tahap keempat pembuatan, merupakan usaha memodifikasi tahap ketiga yang disesuaikan dengan layout,tuntutan kualitas dan mesin/peralatan yang tersedia.

 Organisasi Produksi
Dalam perusahaan manufaktur, tanggung jawab untuk memproduksi barang berada pada bagian produksi. Besarnya organisasi produksi yang diperlukan dalam kegiatan ini tergantung pada besarnya perusahaan dan kompleksnya proses pengelolahan yang diinginkan.

 Pengendalian Produksi
Pengendalian produksi adalah merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif kedalam satu aliran dimana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum ongkos terendah, dan kemungkinan waktu tercepat.

a. Jenis-jenis Pengendalian Produksi
• Order control digunakan oleh perusahaan manufaktur yang beroperasi hanya pada waktu menerima pesanan-pesanan dari pembelinya.
• Flow control digunakan dalam pabrik-pabrik yang berproduksi untuk persediaan dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang jadi dari tempat persediaan begitu pesanan pembeli diterima.

b. Tahap-tahap dalam Pengendalian Produksi
• Perencanaan
• Routing
• Scheduling
• Dispatching

Analisa Jaringan Kerja : Metode Jalur Kritis dan PERT

1. Jaringan kerja (Network)
Satu rangkaian aktivitas yang bersambung dalam menghasilkan barang dan jasa, yang terarah kepada usaha pencapaian tujuan perusahaan. Dua hal yang penting untuk diketahui dalam jaringan ini adalah aktivitas dan kejadian.

2. Jalur kritis
Jalur yang terpanjang dalam menyelesaikan satu rangkaian pekerjaan sampai selesai.




Aktivitas Semu (Dummy)
Suatu aktivitas dalam jaringan kerja yang membutuhkan nol satuan waktu.
 Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Bahan baku merupakan masalah yang cukup dominan di bidang produksi.
Persediaan dalam jumlah yang besar mengandung banyak resiko seperti:
a. Resiko hilang dan rusak
b. Biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi
c. Resiko usang
d. Uang yang tertanam di persediaan terlalu besar

Jumlah pemesan yang ekonomis dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu:
a. Jumlah kebutuhan bahan baku pertahun
b. Biaya pemesanan
c. Biaya penyimpanan
d. Harga bahan baku

 Pemeliharaan Peralatan
Pada umumnya, biaya pemeliharaan itu dari tahun ke tahun selalu cenderung naik. Hal ini disebabkan 3 hal berikut:
• Selalu terdapat kenaikan yang ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan, kecepatan toleransi dan spesifikasi produk yang dibuat.
• Adanya kecenderungan untuk memasang alat kontrol otomatis dan alat-alat pembantu lainnya, sebagai akibat dari perkembangan tehnologi
• Peralatan baru biasanya lebih mahal karena adanya pengaruh perubahan harga dan perkembangan peralatan itu sendiri.
Organisasi Pemeliharaan Peralatan
a. Di desentralisasi
b. Sentralisasi

 Pengawasan Kualitas dan Inpeksi
Dalam pengawasan kualitas terdapat 4 tahap yaitu:
1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar
2. Tahap penentuan disain tehnis un tuk mencapai target tuntutan pasar
3. Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi
4. Tahap penggunaan di lapangan, dimana pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektifan jaminan kualitas serta daya kerja barang.











LOKASI DAN LAYOUT PABRIK

 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi Pabrik
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik baru, yaitu:
• Dekat dengan pasar
• Dekat dengan bahan baku
• Ongkos transport
• Penyediaan tenaga kerja
• Penyediaan sumber tenaga
• Lingkungan sekitar
• Iklim

 Cara Penentuan Lokasi Pabrik
a. Cara kualitatif: cara yang paling sederhana yaitu cukup mengadakan penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap memegang peranan pada setiap alternatif lokasi.
b. Cara kuantitatif
1. Cara yang sederhana: usaha mengkuantifikasi hasil analisis kualitatif yang telah dilakukan, dengan cara memberikan SCORE pada masing-masing kriteria.
2. Cara yang kompleks
Cara ini menggunakan rumus-rumus matematika dan menggunakan model tertentu, yang banyak digunakan dalam OPERATION RESEARCH.

 Layout Fasilitas Produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja, dan kegiatan-kegiatan di dalam produksi.
Dalam hal ini, layout dibedakan menjadi dua macam,yaitu:
1. Process layout
Penyusunan fasilitas produksi dimana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama ditempatkan pada tempat yang tertentu
2. Product Layout
Pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya.
sumber : risaiswari.blogspot.com

Read More
0 komentar

Selamat Datang

Me